55. AL MATIN (Dzat Yang Maha Kokoh) Dipadang mahsyar nanti apapun yang telah diputuskan oleh Allah Ta'ala tidak ada satupun yang bisa merubahnya. Apabila Allah Ta'ala telah memutuskan bahwa kita termasuk penghuni syurga, maka tidak ada satupun yang bisa merubahnya. Begitu juga sebaliknya apabila Allah Ta'ala telah memutuskan bahwa kita termasuk ahli neraka, maka tidak ada satupun yang bisa merubahnya. Karena didalam memutuskan sesuatu Allah Ta’ala tidak perlu bermusyawarah dengan makhluq-makhluqNya. Apabila Allah telah mengambil satu keputusan dengan seluruh pertimbangan-pertibanganNya dan dihadirkan saksi-saksi, bukti-bukti serta catatan-catatan, sehingga Allah Ta'ala telah menetapkan keputusanNya, maka ketetapan-Nya itu tidak bisa berubah lagi. Jadi dikehidupan akhirat nanti apabila telah diputuskan maka tidak bisa berubah lagi. Dan memutuskan itu sesuai dengan perbuatan kita selama dibumi. Oleh sebab itu dalam hidup ini kita harus berhati-hati, karena apabila kita salah dan diakhirat nanti telah diputuskan, maka tidak ada satupun yang dapat merubahnya. Karena Allah dalam mengambil satu keputusan tidak perlu bermusyawarah dengan satu makhlukpun. Inilah yang seharusnya kita yakini. Sedangkan untuk mensikapi Al Matin ini jangan sampai kita lalai, karena apabila kita lalai maka diakhirat nanti tidak ada lagi kesempatan untuk bisa keluar dari keputusan Allah. Sangat berbeda dengan keputusan didunia yang bisa meminta keringanan. Oleh sebab itu dalam bertauhid kita jangan main-main karena yang bisa menyelamatkan kita adalah keimanan. Maka dari itu iman harus kita kejar atau upayakan dengan sungguh-sungguh, karena hanya iman yang bisa menyelamatkan kita. Bahkan apabila emas sepenuh bumi kita pakai untuk menebus dari api neraka, niscaya tidak akan diterima. Surat Ali Imran (3) : 91 91. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong. Al Matin ini apabila kita benar dalam menjalani kehidupan didunia, maka Allah akan menolong kita. Akan tetapi apabila kita salah dalam menjalani kehidupan ini, maka keputusan Allah untuk memasukkan kita keneraka tidak bisa dirubah. Apabila seseorang itu faham bahwa Allah itu Maha Kokoh, maka dia akan berhati-hati dalam hidup ini serta berusaha untuk mencukupi segala persyaratan yang bisa menyelamatkannya dari api neraka. Artinya sikap kita dalam mensikapi Al Matin ini adalah harus bersungguh-sungguh untuk bisa memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh Allah. Adapun syarat yang pertama adalah iman (mengenal Allah), yang kedua Al Qur’an (mengamalkan Al Qur’an) dan yang ketiga adalah Al Hadits (meneladani suri tauladan Rasulullah). Iman itu mencakup mulai dari percaya kepada Allah sampai hari akhir, sedangkan Al Qur’an adalah tata cara kita mengikuti atau menjalankan hukum-hukum Allah, dan hadits adalah contoh-contoh orang yang berbakti kepada Allah. Oleh sebab itu semua manusia harus punya tiga ilmu ini, karena dengan ketiga ilmu ini seseorang bisa beriman, beramal ibadah dan beramal sholeh. A. Sisi Tafakkurnya Seberapa banyak kita ragu untuk melakukan kebaikan dan meninggalkan kejahatan, karena khawatir tentang resiko dari perbuatan tersebut? B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan hamba-hambaMu yang tidak pernah ragu menjalankan segala apa yang Engkau perintahkan dan menjauhi segala apa yang Engkau larang. C. Sikap Orang Beriman Dia sangat yakin bahwa apabila Allah Ta'ala telah memutuskan sesuatu dipadang mahsyar nanti, maka tidak ada satupun yang bisa merubahnya. Oleh sebab itu dia akan berhati-hati didalam menjalani kehidupan didunia ini. D. Sikap Orang Bertaqwa Dia tidak pernah ragu untuk melakukan kebaikan (apa-apa yang diperintahkan Allah Ta'ala) dan tidak pernah ragu untuk meninggalkan kejahatan (apa-apa yang dilarang Allah Ta'ala). Dan dia selalu teguh pendirian mempertahankan kebenaran (kebaikan) walau apapun resikonya. Apapun yang terjadi, hukum-hukum Allah Ta'ala harus dia tegakkan. Sedikitpun dia tidak pernah mengingkari atau mereka-yasa hukum-hukum Allah Ta'ala. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, bantulah kami agar dapat menjalankan segala apa yang Engkau perintahkan dan menjauhi segala apa yang Engkau larang. F. Sikap Orang Bertawakkal Yang penting dia telah melakukan kebaikan-kebaikan didunia dengan niat dan syareat yang benar, kemudian masalah hasilnya nanti diakhirat dia serahkan sepenuhnya kepada Allah Ta'ala. G. Sikap Orang Mukhlis Setelah dia berserah diri kepada Allah Ta'ala, maka apapun yang terjadi didunia ini dia terima dengan ikhlas. Karena apabila dia menjalankan hukum-hukum Allah Ta'ala, pasti ada resiko (dampak) didalam kehidupan dunia ini. Akan tetapi resiko apapun dia terima dengan ikhlas, yang penting dia bisa selamat diakhirat kelak. Karena dia yakin bahwa Allah Ta'ala tidak mungkin dzolim kepada hamba-Nya yang telah menjalankan hukum-hukum-Nya. H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Al Matin Apabila sudah menjadi kholifah, maka ia selalu merasa cemas. Ia sangat khawatir kalau-kalau ia termasuk golongan orang-orang yang terjerumus kedalam neraka. Sehingga perbuatannya sangat berhati-hati, karena dia yakin bahwa apapun yang telah diputuskan Allah Ta’ala tidak bisa dirubah kembali. Apabila masuk neraka maka selamanya akan dineraka. Kemudian terhadap sesama manusia, apabila ia telah memutuskan sesuatu berdasarkan Al Qur’an dan Al Hadits, maka keputusannya itu tidak bisa dirubah, walaupun semua manusia menentangnya. I. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ Al Matin Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu didalam memantapkan manusia untuk bertaqwa kepada-Mu. Sehingga mereka dapat melihat bahwa sesungguhnya keraguan itu adalah datangnya dari syetan, yang selalu menghalang-halangi manusia didalam bertaqwa kepada-Mu.